A Blessing In Disguise (Part 1)

1. Judul : A Blessing In Disguise (Part 1)

2. categories : romance, Sad, chapter

3. Rating : PG-16

4. length : 3263 words

4. Cast :

Cho Kyuhyun

Han Sunghwa

sangat disarankan untuk tidak membaca ff ini karena ceritanya pasaran, mainstream dan jauh dari kata bagus!!

yuso

Di lorong rumah sakit yang sepi, terlihat beberapa perawat tengah berusaha mendorong ranjang pasien yang sepertinya korban kecelakaan. Terlihat seorang gadis kecil dengan sedikit luka dilengannya dan goresan kecil yang sedikit mengeluarkan darah dari dahinya, dalam gendongan perawat wanita, tengah menangis histeris sambil berteriak memanggil ‘Appa’. Seorang dokter muda keluar dari ruangannya memandang terkejut kearah ‘rombongan’ yang melintas di depannya.
“Oh, Dokter, ada korban kecelakaan” seru salah seorang perawat pria pada dokter muda tersebut.
“cepat bawa ke ruang ICU” perintah dokter muda itu, yang diberi anggukan dari para perawat yang mendorong pasien. Sambil mengikuti dari belakang, dokter tersebut memandang kasihan pada gadis kecil dalam gendongan suster yang tengah menangisi keadaan Appa-nya.
Setelah sampai di ruang ICU, dokter tersebut hendak menutup pintu untuk memeriksa pasien, tapi di tahan oleh gadis kecil yang memanggilnya.
“Dokter cantik, aku ingin melihat Appa” lihir gadis kecil itu dengan air mata membasahi pipinya. Dokter itupun menoleh pada gadis kecil itu, tersenyum manis padanya.
“kau mau Appa-mu cepat sembuh ‘kan?” Tanya dokter itu yang dibalas anggukan cepat dari gadis kecil yang masih dalam gedongan suster. Sang dokter terkekeh kecil melihat tingkah imut gadis kecil ini.
“kalau begitu tunggu diluar biar dokter bisa lebih cepat menyembuhkan Appa-mu” perintah sang dokter membuat gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya kesal, tapi menuruti perintah sang dokter dengan menunggu ayahnya di depan ruang ICU.
“gadis pintar. Suster kim, kau temani anak ini dulu dan bersihkan lukanya. Aku akan memeriksa keadaan pasien.” Dan perintah dokter itupun langsung disetujui oleh sang suster.

***2 jam Kemudian***

Gadis mungil yang berada di pangkuan suster itu sedari tadi memasang raut sedih. Setelah dibersihkan lukanya oleh suster kim, gadis kecil itu ngotot untuk menunggu Appa-nya didepan ruang ICU tanpa mengindahkan permintaan suster kim yang menyuruhnya istirahat. Karena tidak ingin membuat gadis kecil itu menangis, akhirnya suster kim pun menuruti apa yang gadis itu mau.
“Suster kenapa Appa lama sekali di dalam?” Tanya gadis itu sedikit kesal.
“kita tunggu saja ya, Appa-mu sedang di periksa oleh dokter Han” gadis kecil itu memejamkan matanya sambil berdoa supaya Appa-nya cepat keluar dari kamar itu. Setelah berdoa gadis kecil itu tidak melepas pandangannya dari pintu yang ada di hadapannya.
CKLEK
Gadis kecil itu melonjak dari pangkuan suster kim dan berlari kearah dokter Han yang baru saja membuka pintu ruang ICU.
“aku mau bertemu Appa” dokter Han sedikit terkejut saat jas putih panjang miliknya di tarik-tarik oleh gadis kecil yang kini menatapnya penuh harap dengan mata berkaca-kaca. Dokter Han tersenyum seraya mengangkat gadis kecil itu kedalam gendongannya. Dokter Han membawa gadis itu kembali duduk di ruang tunggu.
“adik kecil, siapa namamu?” Tanya dokter cantik itu.
“Cho Hani” gadis kecil itu menjawab.
“Nah, Hani, Appa-mu tidak apa-apa, jadi dimana eomma-mu?” gadis kecil itu berpikir untuk menjawab pertanyaan sang dokter. ‘eomma?’ gumam Hani. Detik berikutnya gadis kecil itu tersenyum sumringah.
“Eomma-ku adalah dokter” ucap Hani lantang seraya memeluk leher dokter Han erat. Gadis kecil itu senang luar biasa setelah menemukan ‘eomma-nya’. Dokter Han menoleh ke arah suster kim yang hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.
“aku? Kenapa aku eomma Hani?” Tanya dokter Han hati-hati. Takut melukai perasaan gadis itu.
“kata Appa, kalau kita sakit eomma akan menyembuhkan kita sampai kita sembuh, seperti yang dilakukan dokter cantik pada Appa. Berarti eomma-ku ya dokter” seru gadis kecil itu girang.
“tapi, Appa tidak apa-apa ‘kan eomma?” lanjut gadis kecil itu lagi, kali ini dengan nada sedih. Dokter Han menatap prihatin pada gadis kecil ini. Diumur sekecil ini sudah ditinggal ibunya. Itulah yang ada dipikiran Sunghwa –nama dokter itu– walaupun sedikit aneh di panggil dengan sebutan ‘eomma’ tapi Sunghwa tetap membiarkan gadis ini memanggilnya eomma.
“Appa-mu baik-baik saja sayang. Nah, tadi bagaimana caramu membawa Appa-mu kesini?” Tanya Sunghwa lembut seraya mengelus surai kecoklatan milik Hani. Entahlah Sunghwa merasa ada kecocokan dengan anak ini.
“itu sangat gampang. Cha~ tekan ini 3 kali, lalu tekan gambar telepon yang warna hijau lalu tempelkan ditelinga, terus bilang kalau Appa berdarah di dekat sungai yang panjang” terang Hani dengan tingkah lucunya seraya menyodorkan ponsel Appa-nya pada Sunghwa. Dokter muda itu terkekeh melihat tingkah menggemaskan Hani. Sedikit kagum dengan anak kecil yang sudah sepintar ini.
“waaahh Hani pintar sekali. Siapa yang mengajarkannya?” Tanya Sunghwa antusias.
“Appa!” Jawab Hani tak kalah antusias. Seakan ingat sesuatu Sunghwa bertanya pada Hani.
“apakah kau sudah menelpon keluargamu?” Tanya Sunghwa hati-hati. Takut kalau Hani belum mengerti maksud pertanyaannya.
“apakah keluarga itu seperti halmeoni? Donghae Samchon? Harabeoji?” Tanya Hani yang dibalas anggukan oleh Sunghwa. Hani menyerahkan ponsel Appanya pada Sunghwa.
“aku tidak tahu yang mana tulisan Halmeoni eomma~” Rengek Hani manja. Sunghwa hanya tersenyum menanggapinya. Dokter muda itu melihat speed dial di ponsel Appa Hyeju dan langsung menghubungi pemilik speed dial nomer 1 tanpa mengetahui siapa orangnya. Biasanya speed dial nomer 1 orang yang paling sering dihubungi pemilik ponsel ‘kan?
“Yeoboseyo Kyu!” setelah cukup lama akhirnya terdengar suara di seberang sana.
“Donghae Samchon!” teriak Hani tiba-tiba, karena di loudspeaker oleh Sunghwa, Hani bisa mendengarkan suara Donghae.
“Oh, Hani-ya! Apa kau merindukan samchon?” terdengar suara dari seberang sana.
“Ne, tapi eomma baru Hani ingin bicara dengan samchon!” seru gadis kecil itu tanpa melihat raut terkejut Sunghwa yang diperkenalkan sebagai ‘eomma’
“Eomma?” Tanya Donghae heran.
“Ah i–itu, saya Dokter Han Dari Rumah sakit Seoul, ingin memberitahukan bahwa pasien bernama Cho Kyuhyun telah dirawat setelah mengalami kecelakaan. Apakah anda keluarga korban?” jelas Sunghwa.

“M–Mwo? Kecelakaan? N–ne aku sepupunya. Baiklah aku akan segera kesana.” Jawab Donghae cepat.
“Donghae Samchon akan kesini?” Tanya Hani antusias. Sunghwa hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi Hani. Tak berapa lama, para perawat yang tadi ikut menangani Kyuhyun keluar dari ruang ICU serta mendorong ranjang Kyuhyun keluar dari Ruang ICU berniat memindahkan ke ruang perawatan di kamar VIP.
“Appa!!” Teriak Hani saat melihat perawat yang membawa Kyuhyun. Hani menjulurkan kedua tangannya kepada Sunghwa berharap dirinya digendong dan mendekat kearah dimana perawat membawa Kyuhyun. Sunghwa yang mengerti permintaan Hani segera menggendong gadis kecil itu dan mengikuti langkah perawat yang membawa Kyuhyun. Hani rasanya ingin menangis saat melihat Appanya yang kaki dan tangan kirinya dibalut perban putih yang terlihat seperti setengah’mumi’ ditambah lagi Kyuhyun yang masih memejamkan matanya. Tapi gadis kecil itu bersyukur karena tidak lagi melihat darah disekujur tubuh Appanya.
“ssstt jangan menangis sayang. Nanti Appa tambah sedih” Sunghwa menyeka lelehan air mata di pipi Hani. Mencium pipi gembil gadis itu sekilas. Entah mengapa secara tidak langsung Sunghwa merasa dirinya menganggap Hani sebagai anaknya? Entahlah.

***

Setelah di pindahkan di Ruang perawatan, Hani tidak pernah lepas dari Appanya. Gadis kecil itu sedari tadi menemani Kyuhyun dengan membaringkan dirinya di space kosong sebelah Kyuhyun terbaring, memeluk tubuh kekar Appanya dengan lengan kecilnya. Memang ranjang di ruang VIP ini agak lebih besar. Oh, tentu saja ruang VIP. Mereka tahu kalau Cho Kyuhyun adalah pemilik Rumah Sakit ini. Jadi fasilitas Kyuhyun haruslah yang terbaik ‘kan? Dan tentu saja ranjang besar ini Jadi memudahkan Hani untuk menemani Appanya. Sunghwa yang baru saja memeriksa keadaan Kyuhyun pun tersenyum melihat Hani. Anak itu sepertinya benar-benar menyayangi Appanya. Sebenarnya Sunghwa bingung memberitahukan keadaan Kyuhyun pada siapa, karena sedari tadi keluarganya belum datang. Tidak mungkin ‘kan Sunghwa memberitahukan Hani tentang keadaan Appanya. Jadi dia hanya member tahu Hani bahwa keadaan Kyuhyun baik-baik saja. Sunghwa bingung bagaimana bisa Tuan Cho dan putrinya mengalami kecelakaan dan berakhir dengan Cho Kyuhyun yang mengalami luka fatal di bagian kaki dan tangannya, dan bahkan kepalanya yang tadi sempat terus mengeluarkan darah sempat Sunghwa hentikan dan beruntung rumah sakit memiliki stok darah yang sama dengan golongan darah Kyuhyun jadi Kyuhyun bisa cepat ditangani. tapi Hani hanya tergores luka sedikit.
“Hani-ya, bagaimana kalian bisa jatuh? Dan kenapa kau dan Appa-mu pergi malam-malam begini pergi menggunakan motor, bukannya mobil hm?” Tanya Sunghwa lembut seraya mengelus surai kecoklatan milik Hani. Dokter cantik itu mendudukan dirinya dikursi sebelah ranjang, disamping Hani.
“i–itu tadi karena Hani ingin mencari eomma, tapi waktu dijalan Appa tidak mau menuruti Hani, jadi Hani marah! Terus ada mobil besaaarr sekali, lalu Appa melempar Hani dari motor, tapi Appa malah ditabrak mobil besar itu. Apa ini salah Hani eomma? Hiks” Hani langsung menoleh kearah Sunghwa dan memeluk ‘eomma’nya erat.
“sstt ini bukan salahmu sayang. Kau tahu mungkin ini cobaan Tuhan untuk Hani dan Tuan Kyuhyun. Kau mengerti?” Hani mengangguk menanggapi ucapan Sunghwa. Gadis kecil itu kembali memeluk Appanya yang masih setia memejamkan matanya.
CKLEK
Pintu Ruangan itu terbuka, membuat Sunghwa dan Hani mengalihkan perhatiannya kearah pintu. Munculah wanita paruh baya ditemani suaminya dan seorang pria muda yang terlihat panic.
“Haraboji!” Hani mendudukan dirinya di ranjang saat melihat kakek, nenek dan pamannya muncul. Gadis kecil itu senang luar biasa, karena menurutnya Appanya akan aman jika ada mereka, ditambah dengan ‘eomma’nya yang akan merawat Appanya. Sang kakek menghampiri cucunya.
“kau baik-baik saja sayang?” Tanya sang kakek pada cucunya.
“Eum, tapi Appa tidak mau membuka matanya Haraboji!” adu Hani pada kakeknya. Berniat supaya Appanya dimarahi kakeknya dan segera membuka matanya.
“Apakah kau dokter Han?” Tanya donghae saat melihat gadis dengan jas dokternya tengah menatap interaksi antara Hani dan Tuan Cho yeunghwan –Ayah Cho Kyuhyun, pensiunan dokter bedah sekaligus pendiri Rumah Sakit ini. Perusahaan Keluarga Cho sebenarnya bergerak dibidang elektronik, tapi karena kecintaan Ayah Kyuhyun pada dunia kesehatan, berdirilah rumah sakit ini. yang sekarang diambil alih oleh putranya Cho Kyuhyun, ya walaupun Kyuhyun lebih sering mengurus perusahaan elektroniknya yang kini tengah sukses di pasaran eropa– merasa dipanggil, Sunghwa pun menoleh kearah Donghae.
“N–ne, ano Chogiyo Tuan Cho,bisakah kita bicara sebentar?” Yeunghwan memandang Sunghwa,
“apakah kau dokter yang merawat putraku?” Tanya Yeunghwan memastikan. Yang dijawab anggukan mantap dari Sunghwa.
“baiklah, lebih baik kita bicarakan diluar saja.” Ajak Cho Yeunghwan yang lagi-lagi dibalas anggukaan oleh Sunghwa. Sebelum mengikuti langkah Tuan Cho, Sunghwa berpamitan terlebih dulu pada Hani, dan membungkuk hormat pada Nyonya Cho dan Donghae. Sementara Donghae menatap kepergian Sunghwa dengan senyuman penuh arti. Pria itu menatap jahil pada keponakannya.

***

“jadi dokter Han, bagaimana keadaan putraku?” tuan Cho bertanya pada Sunghwa begitu mereka keluar dari ruang dimana Kyuhyun dirawat.
“Tuan Kyuhyun tidak apa-apa tadi sempat mengalami pendarahan dibagian kepala, tapi untung sudah ditangani dan tidak perlu dikhawatirkan. Hanya saja…”
“Hanya saja?” beo tuan Cho, merasa Sunghwa enggan melanjutkan kalimat selanjutnya.
“eung~ patah tulang kaki kiri Tuan Cho sepertinya akan menyebabkan lumpuh sementara” cicit Sunghwa lirih. Demi Tuhan, Sunghwa baru tahu kalau pasien yang yang ditanganinya tadi adalah pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja, dan dia takut sekali kelurga Chaebol Cho ini tidak menerima cacat sedikitpun pada tubuh putranya, walaupun ini bukan kesalahannya, tetap saja dia takut mendengar reaksi pemimpin keluarga chaebol ini.
“Lumpuh?” ulang Tuan Cho.
“N–Ne” Sunghwa ingin terjun rasanya melihat raut datar milik Tuan Cho yang terlihat mengerikan –menurutnya–
“Hahaha~ apakah aku membuatmu takut? Tenanglah nak, aku yakin Kyuhyun tangguh. Mungkin dalam waktu beberapa hari lagi dia bisa berjalan seperti biasanya. Kau tahu bahkan dulu lebih parah dari ini, waktu itu Kyuhyun memiliki kesempatan hidup hanya 15 % tapi sekarang dia berada di tengah-tengah kami.” Sunghwa terperangah mendengar cerita Tuan Cho. Walau tidak dipungkiri Tuan Cho merasa khawatir pada putranya, tapi dia mencoba berfikir positif.
“Ah Y–Ye, tapi biarkan Tuan Kyuhyun beristirahat malam ini, karena pengaruh obta bius, mungkin Tuan Kyuhyun akan sadar besok” jelas Sunghwa pada Tuan Cho.
“Aku mengerti, ah ngomong-ngomong apa kau sudah menikah?”
“N–Ne?”
“Ah lupakan”

***

“Dasar otak udang! Kepala batu!” umpat Donghae pada pria yang tengah berbaring dengan tenang diranjangnya.
“YA! Berhenti mengatai anakku!” protes Nyonya Cho tidak terima putranya di ejek Donghae,yah walaupun yang dikatakan Donghae memang benar.
“Ish Kyuhyun Bodoh!” umpat Donghae lagi.
“YA! Samchon mau kubunuh??” dengan death glare gagal, Hani memendang Donghae. Yang ditatap hanya mencibir melihat tatapan Hani.
“dasar, ibu, anak, cucupun sama saja.” Gumam Donghae.
“Aku masih mendengarmu Bodoh” Nyonya Cho menjitak kepala Donghae dengan keras, membuat pria itu meringis kesakitan.
“Aish Ahjumma sakiiittt~” rengek Donghae.
“Kau ini, sudah punya anak 2 tapi masih saja seperti anak kecil. Dasar” geram Nyonya Cho.
“Samchon, dimana hyera eonni dan Eunhae Oppa?” Tanya hani, mengacuhkan neneknya yang memarahi Donghae.
“tentu saja mereka sudah tidur. Ini ‘kan sudah jam 10 malam” ujar Donghae seraya melihat jam.
“YA! Gadis nakal, ini sudah lewat jam tidurmu, tapi kenapa kau belum tidur?”
“Shireo A–Aku ingin menjaga Appa” Hani menatap Kyuhyun yang masih memejamkan matanya.
“Eung~ Chagi, bagaimana kalau ikut pulang dengan samchon saja, biarkan halmeoni disini yang menjaga Appa! Bukankah besok kau sudah akan masuk sekolah?” bujuk Cho Hanna –ibu Kyuhyun–
“Ti–dak! Aku mau masuk sekolah ditemani Appa dan Eomma! Titik.” Well, sifat keras kepala Kyuhyun memang diturunkan pada putrinya. Jadi Nyonya Cho harus ekstra sabar menghadapi cucunya. Dengan helaan nafas berat akhirnya Cho Hanna menyetujui Cucunya yang ingin menjaga Kyuhyun,walaupun dia tidak tahu siapa Eomma yang Hani maksud. dan sepertinya dia harus menelpon guru Hani, kalau cucunya akan mulai masuk play Group mulai minggu depan saja. Sebenarnya baru kemarin Hani di daftarkan masuk Play Group karena gadis kecil itu merengek ingin bersekolah seperti anak-anak Donghae. Dan sebenarnya akibat dari terbaringnya Kyuhyun saat ini adalah karena pertengkaran kecil antara Ayah dan Anak yang membahas tentang ‘Eomma’ yah, sebenarnya Kyuhyun tidak tega melihat anaknya yang selalu iri terhadap Hyera dan Eunhae yang memiliki orang tua lengkap. Tapi inilah takdir, Ryu Hyeju –ibu kandung Hani– meninggal saat melahirkan Hani. dan gadis kecil yang kini berusia 4 tahun itu, tidak pernah sedikitpun mengetahui tentang sosok ibunya, karena Ayahnya yang sepertinya menghilangkan jejak tentang ibu kandungnya.
“terserah kau tikus kecil~” sahut Donghae malas. Hani menatap Samchonnya tajam, demi apa dia ‘kan Barbie, kenapa di panggil tikus kecil? Menyebalkan. Pikir Hani.
CKLEK
Hani yang sedari tadi menatap tajam ke arah Donghae segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka. Mata gadis kecil itu berbinar saat mendapati harabeoji beserta ‘eomma’nya yang datang.
“EOMMA!” Teriak Hani heboh, membuat Hanna, Yeunghwan, dan Donghae menatap heran pada Hani dan Sunghwa.
“Eomma?” beo Donghae. Sunghwa salah tingkah menatap Donghae.
“Ah– jadi kau yang dipanggil eomma sedari tadi oleh Hani?” Timpal Nyonya Cho membuat Sunghwa bertambah malu. Dia bingung harus menjawab apa.
“N-ne? Ah–hahaha i–itu……….” Entahlah Sunghwa sendiri bingung harus menjelaskan apa. Dia hanya tertawa dengan wajah terpaksa.
“Ne!! Dokter cantik ini sebenarnya eomma ku yang disembunyikan Appa Halmeoni” Adu Hani pada Neneknya. Sedangkan Nyonya Cho menatap Sunghwa dengan pandangan –mohon maklumi tingkah cucuku– dan Sunghwa hanya tersenyum maklum. Dia memang tidak keberatan dipanggil ‘eomma’ oleh Hani. entahlah– dia merasa kasihan mungkin?.
“Ah– i–itu sebenarnya aku ingin mengambil alatku yang tadi tertinggal” mengalihkan ucapan gadis cilik itu, Sunghwa segera mengambil alat kedokterannya yang tadi ia letakkan di nakas tempat tidur Kyuhyun.
“Saya Permisi Tuan, Nyonya” Sunghwa menatap Nyonya dan Tuan Cho, serta Donghae lalu membungkuk hormat.
“Aku pergi dulu Hani-ya” Sunghwa menatap Hani seraya tersenyum manis, sedangkan yang ditatap malah melipat kedua tangannya di dada dan memandang Sunghwa tidak suka.
“Eomma mau kemana? Kita ‘kan baru bertemu!! Eomma mau menghilang lagi ya?” tuduh Hani. Sunghwa tersenyum dan menghampiri gadis kecil yang duduk diranjang bersama ayahnya yang masih memejamkan mata. Sunghwa mengelus rambut ikal milik gadis kecil ini dengan lembut.
“Sayang, eomma harus pulang, karena ini sudah malam dan jam kerja eomma sudah selesai. Kau harus tidur disini menemani appa-mu eoh? Besok kalau appa mu membuka mata dan mencari Hani tetapi Hani tidak ada bagaimana?” jelas Sunghwa dengan kalem. Dia sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa mengucapkan kalimat selembut itu pada seorang anak. Oh, apakah jiwa menjadi seorang ibu telah merasukinya? Oh, dia bisa gila.
“tapi eomma ‘kan bisa tidur disisni” protes Hani.
“tapi eomma harus pulang dan menjaga rumah. Eomma janji besok akan kembali lagi” Sunghwa membujuk Hani sekali lagi. oh– benar-benar jiwa seorang ibu.
“janji?” Hani mengacungkan jari kelingking nya pada Sunghwa
“Janji!” Sunghwa mengaitkan jari kelingkingnya dengan milik Hani seraya mengacak rambut anak itu gemas.
“Cha– sekarang Hani harus tidur ya?” Sunghwa menyiapkan posisi tidur untuk Hani di Space kosong disebelah Kyuhyun, menaikkan selimut yang Kyuhyun pakai dan memakaikannya sekalian pada Hani. jadi Hani tidur berbagi selimut dengan appa-nya. Sedangkan dua orang paruh baya dan satu pria dewasa hanya memandang Sunghwa dalam diam dengan pikiran mereka masing-masing.
“jaljayo~” entah dapat bisikan dari mana, Sunghwa mencium kening Hani sekilas, membuat Hani senang bukan main.
“jalja eomma, tapi eomma harus mencium appa juga” pekik Hani antusias.
“M–mwo?” Sunghwa tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Sedangkan Donghae yang sedari tadi diam dan memperhatikan hanya cekikikan sendiri disamping Cho Hanna.
“A–aku, pokoknya Hani harus memejamkan mata dan tidur ya?” rayu Sunghwa.
“baiklah jalja eomma. hoam~” setelah mengucapkan itu Hani memejamkan mata dan mungkin sudah tertidur? Setelah melihat ‘anaknya’ sudah terleleap, Sunghwa membalikkan tubuhnya dan astaga– dia bahkan hamper lupa kalau disini ada Tuan dan Nyonya Cho, serta Donghae. Gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, oh otak jeniusnya mendadak hilang entah kemana. Dia terlihat seperti orang bodoh sekarang.
“k–kalau begitu s–saya permisi dulu” sekali lagi– gadis itu membungkuk hormat, dan segera berlalu dengan muka yang merah padam. Apalagi dia tadi sempat melirik kearah Paman Hani yang tersenyum jahil padanya. Sial!
“Tunggu– aku antar dokter” Donghae segera berlari mengejar Sunghwa sebelumnya sempat dengan Tuan dan Nyonya Cho dulu.
“Anda tidak perlu repot-repot tuan…” Sunghwa menoleh kearah Donghae yang berjalan disampingnya.
“Lee Donghae. Panggil Donghae saja. Tidak perlu sungkan, aku hanya ingin mengantar Dokter cantik ini sampai keruangannya.” Rayu Donghae seraya tersenyum manis.
“anda sudah memiliki dua anak tapi masih menggombal juga.”
“A–apa? Y–ya aku ‘kan hanya bercanda, aissh” Donghae mengacak rambutnya gusar, membuat Sunghwa tertawa pelan. Dan Donghae jadi ikut tertawa juga, entah apa yang lucu.
“ngomong–ngomong kau cocok juga jadi ibu keponakanku” perkataan Donghae membuat Sunghwa membelalakan matanya.
“A–apa? Ahhaha kau lucu sekali Donghae-ssi”
“Ya! Kau sangat cantik, pantas saja keponakanku menyukaimu, mungkin juga Kyuhyun nanti saat terbangun akan jatuh juga padamu hehe” Godaan Donghae membuat pipi Sunghwa memerah, tidak bisa dipungkiri saat melihat sosok Kyuhyun tadi dia sudah terpesona. oh– ayolah pria itu sangat tampan. Pasti semua gadis akan tergila-gila padanya. Dan sialnya Sunghwa salah satu gadis itu. Walaupun dia hanya melihat Kyuhyun yang memejamkan mata, tapi pesona pria itu sungguh memabukkan.
“Ah– dimana ruanganmu?” pertanyaan Donghae menyadarkan gadis itu.
“Oh–itu ruangan saya, terima kasih sudah mengantar saya Donghae-ssi” gadis itu membungkuk hormat pada Donghae.
“eii jangan sungkan, dan lagi panggil aku oppa, kau ‘kan sebentar lagi akan jadi menantu keluarga Cho” entahlah kenapa pria ini senang sekali menjahili Sunghwa.
“A–apa? S–sebaiknya saya masuk keruangan saya Donghae-ssi.” Tanpa mendengarkan jawaban Donghae Sunghwa segera masuk keruangannya dan menutup pintu. Meninggalkan Donghae yang menggerutu tidak jelas.

***

“kau melihatnya tadi Yeobo?” Cho Hanna yang sedari tadi mengelus rambut putranya yang sedang terbaring kini menatap suaminya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
“Apa?” Sahut Cho Yeunghwan malas, sepertinya masih enggan meninggalkan ponselnya.
“ya singkirkan ponselmu itu atau aku yang menyingkirkannya” ucapan Nyonya Cho barusan membuat Tuan Cho yang mau tidak mau meletakkan ponselnya di meja ruang rawat ini.
“Aishh” desis Tuan Cho.
“Dokter tadi, apa kau punya pikiran yang sama denganku yeobo?” Nyonya memandang putra dan cucunya bergantian.
“hmm sepertinya begitu” jawab Tuan Cho seraya tersenyum penuh arti.

***

Pagi ini Sunghwa kembali ke ruang perawatan Kyuhyun untuk mengecek kondisi pria itu. Gadis itu sedikit terkejut melihat Kyuhyun yang terlihat segar di ranjang pasiennya bersama Hani yang sibuk berceloteh entah tentang apa. Dan gadis itu sedikit tersentuh melihat Kyuhyun yang terlihat begitu menyayangi Hani. benar-benar pria yang hangat. Pikir Sunghwa.
“Selamat Pagi” sapaan Sunghwa mengalihkan perhatian dua orang yang sibuk bercanda di ranjang pasien tersebut. Hani yang merasa mengenali suara itu segera membalikkan badannya ke asal suara.
“Eomma!!” pekik Hani senang melihat Sunghwa, membuat Sunghwa menatap Hani lalu tersenyum. sedangkan Kyuhyun menatap Sunghwa dengan heran. Kyuhyun dapat melihat dari penampilan gadis itu, bahwa dia adalah seorang dokter. Tapi yang membuatnya heran adalah kenapa Hani memanggilnya eomma? Apakah terjadi sesuatu saat ia tidak sadar semalam.

.

.

.

TBC

Advertisements

65 comments on “A Blessing In Disguise (Part 1)

  1. Shekyu says:

    Ditunggu..ditunggu lanjutanny!!
    Msh byk teka-teki ni !!
    Dan hani sukses bikin geram saking membayangkan kegemasanny!! XD

  2. Jess_Crosse94 says:

    wah baklan jadi ibunya hani ini

    yaaa…hyeju udah pergi jauhhhhh bangett
    tpi ya sudah lah

    ditunggu part 2nyaa yaaa

  3. chobyul says:

    dulu pernah baca,,,penasaran skli sm kelanjutannya..akhirny blogny muncul lagi setelah skian lama. bwt authornim fighting ditunggu part 2 ny..

  4. nurbaiti.bay says:

    Keren n seru ceritany keluarga yg kocak hehehe
    Hani ada2 aja masa dokter di bilang eommanya hufh kasian hani masih kecil udah kehilangan sosok ibunya.
    Tentang dokter sunghwa semoga dy belum married sehingga kyuhyun bisa mendekati dokter cantik itu.
    Semangat kak nulisnya aq seneng kakak udh balik lgi

  5. melisya says:

    seneng sekali pas buka wp ini iseng2 mampir siapa tau ga di gembok eh eng ing eing ternyata udh dibuka yuhuuuuuu
    ya walaupun belum update ff baru tp seneng ngobatin kangen sama ff disini ga bosen dibaca berulang2 heho
    seinget aku sih udh komen di ff ini ditunggu kelanjutannya ya ☺

  6. gauel says:

    salam kenal kak
    aku reader baru disini. izin baca ya kak

  7. Rays says:

    Enngak tau kenapa, suka banget baca ff yang kyuhyun jadi duda 😀
    ffnya keren kocak abissss..
    Hani nggemesin banget sii?? Sampe sampe sunghwa dibuat mati kutu 😀
    kayanya tuan dan nyonya cho mau menjodohkan kyuhyun dengan sunghwa yaaa

  8. anis says:

    Knlkan gue Silent Riders di blog Sebelah .Gue agak ngga ngeh baca chapter 1 knpa. Emma nua hani ngga ada meybe meninggalkan Dunia ini alias RIP ? Kasian yaa hani hmm gue penasaran gue cari part 2 ngga ada ??? HeLLOOO 5h 1 thn blum ada juga di tunggu chapter. selanjut nya yaaa !!!!!

  9. ninanina says:

    semoga gk ada yang pake password garagara nc . ff ini bagus loh llanjutin dong author… . hwaiting!!!

  10. Lovey denalisa says:

    Baru part satu ya….
    Ga nemu part duanya..

    Seruuu pensaran giman entar mereka

  11. ninarin says:

    Unni.. lanjuutt😂, semangat yaa

  12. hyuna says:

    waw……
    terdampar di blog yg ff nya kerennn…tp ini udah lama bnget ya…2014…
    syg sekali…pdhal bgus bnget ceritanya…kpan dilanjuttttt….

  13. 조은규 says:

    ditunggu kenlanjutannya,,,, seru ffnya jadi makin pensaran …

  14. sungyong says:

    hohoho gemes banget dengan tingkahnya hani, kalo hani terus”an memanggil eomma pada sunghwa kaya bakalan bener” jadi eomma sunghwa nihh….
    moga ff ini cepet dilanjut yaahh

  15. miyong93 says:

    hani lucu dech jd pengen cepet” next part smoga di lanjut ff ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s